When My Mind Plays Trick On Me

When my mind plays trick on me

It is when you stop going along with the crowd and start realising that there are many things about yourself that you didnt know and may not like.

You start feeling insecure and wonder where will you be in a year or two, but then get scared because you barely know where you are now.

You start realising that people are selfish and that maybe, those friends that you thought you are close with, arent the greatest person you ever met. And that people you have lost touch with are some of the most important ones.

What do you dont recognise is that they are realising that too, and arent really cold, catty, mean of insecere, but that they are as confused as you.

You look at your job…. and it is not even close to what you thought you would be doing, or maybe you are looking for a job and realizing that you are going from the bottom and it scares you much.

Your opinion have gotten stronger. You see what other are doing and find yourself judging more than usual because suddenly you realise that you have certain boundaries in your life and are constantly adding this to your list of what is acceptable and what is not.

One minute  you are insecure, and then one minute later, secure.  You laugh and cry with the greatest force of your life. You feel alone and scared and confused….. suddenly for you, change is an enemy and you try and stuck in past with dear life, but soon realize that the past is drafting further and further away, and there is nothing to do but stay in where you are or do a step forward.

You get your broken heart and wonder how someone you love that much could do such damage to you. Or you lie in bed and wonder why you cant meet anyone decent enough that you want to get to know him better.

Or maybe, you love someone but also love some others too and cannot figure out why you are doing this because you know you arent a bad person.

One night stands and random hooks ups start to look cheap.

Getting wasted amd acting like an idiot dont seem as fun.

You go through the same emotion and question and questions over and over, doing wall chats and talk with your friends the same topics because you cannot seem to make a decision.

You worry about loans, money, the future and making a life to yourself….and while winning the race would be sooo great, right now you’d just like a contender.

What you may not realize is that everyone reading this relates to it.

We are in our best of times and also our worst in times, trying as hard as we can to figure this whole thing out.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

bukan hanya sekedar celotehan

“Apakah anda pengguna twitter? Apa manfaat twitter bagi anda? Akun apa saja yang anda follow? Hashtag apa yang sering muncul dalam linimasa twitter anda?
Pergerakan media social networking makin menunjukkan peningkatan penggunaan secara signifikan dari tahun ke tahun. Mulai dari beberapa tahun yang lalu, penggunaan media sosial di internet menunjukkan efek bola saju, semakin banyak pengguna yang mempengaruhi munculnya akun-akun baru, yang semakin lama semakin besar baik dari sisi penggunaan akun maupun kuantitas celotehan yang terpublikasi. Tidak heran bahwa informasi-informasi cepat sekali beredar sebelum ada berita resmi. Salah satu jejaring sosial yang sekarang banyak digandrungi adalah Twitter.
Remaja merupakan populasi yang berpengaruh cukup besar dalam proses penyampaian informasi melalui Twitter. Dominasi mereka adalah penyumbang terbesar dalam penetrasi tweet yang dilakukan oleh para penggunanya (tweeps- tweet peoples). Melalui serangkaian pengamatan, ada kriteria-kriteria khusus yang secara khas muncul di pola percakapan para ABG-ABG Indonesia melakui akun Twitter mereka. Apa saja?
1. Tipe Tweeps Social Climber
Tipe remaja ini menggunakan twitter sebagai media sosialisasi dengan teman-temannya maupun media sosialisasi di luar komunitasnya. Tipe remaja penganut Social Climber ini terbagi menjadi dua, yaitu :
Tipe Rumpi, Tema apapun bisa menjadi topik dengan komunitasnya. Cara-cara khas yang digunakan remaja ini biasanya menggunakan RT (Retweet) berulang-ulang (chaining ReTweet) untuk menanggapi komentar-komentar dari para followernya, termasuk respon yang ditujukan kepada sang pengguna pun adalah wajib untuk di RT. Topik yang dijadikan bahan pembicaraan oleh kaum rumpi seringkali adalah tema-tema umum atau celetukan-celetukan iseng yang bagi orang lain yang membaca terkesan sepele. Segi positif yang didapat, biasanya tipe tweeps seperti ini tergolong makhluk gaul di komunitas yang memang dekat dengan dia di kehidupan nyata, tapi sisi negatifnya dia cenderung merusak timeline karena banyak follower yang tidak bisa mengkomentari percakapan yang berfungsi sebagai obrolan pribadi itu. Contoh tweet tipe remaja ini adalah : “ Hewan :ORT @Savirakus: Siapa ya?RT @deliskanandaa: DimassRT @Savirakus: Halooo (⌒˛⌒) RT @deliskanandaa: HolaaRT @Sa…….”
Sedangkan tipe kedua dari kaum Social Climber ini adalah tipe Eksis, yaitu dia suka banget memborong hashtag-hashtag yang sedang populer meRT quote-quote yang dirasa menarik, dan banyak berinteraksi dengan akun-akun yang memiliki follower banyak. Hampir setiap tweet yang dilontarkan antara menggunakan hashtag terkenal macam #percumaganteng #galau, atau banyak berinteraksi dengan akun-akun hiburan seperti @soalBowBow, @soalCinta dan sejenisnya, tujuan tweeps tipe ini adalah dia berniat eksis di komunitas-komunitas gaul, siapa tahu dengan aktif seperti itu maka akan membuat dia mendapatkan banyak follower. Contoh tweet dari tipe ini adalah : ”centilRT @SoalCINTA Apa yg ngebetein dari pacaran? -@ai_chairy”
2. Tipe Tweeps Wajib Lapor
Tipe remaja ini yang paling sering update dan melaporkan semua yang dia lakukan. Mungkin dia beranggapan kalau seandainya semua kegiatan terlaporkan di twitter, bisa menjadi alibi misalnya dia tersangkut masalah hukum, hehehe.
Tipe tweep seperti ini, bangun pagi meraba-raba handphone dan otomatis menulis : “bangun pagi…” Semenit kemudian bisa saja dia menulis : “menuju kamar mandi”, “sarapan”, “ganti baju’ dan lain-lain. Tipe tweeps seperti ini kemungkinan dia belum paham kegunaan twitter dan tidak memiliki keinginan buat bersosialisasi, dia juga tidak perduli kalau seandainya ada diprotes karena timeline followernya penuh dengan hal-hal yang kurang memberikan manfaat buat orang lain. Kemungkinan besar followernya berisi teman-teman dekat, karena dari sisi linimasa tipe remaja ini akan sulit menumbuhkan ketertarikan dari lingkungan luar.
3. Tipe Remaja Provokatif
Tipe remaja seperti ini biasanya menggunakan Twitter sebagai sarana buat menarik perhatian followernya. Tipe tweet yang digunakan biasanya aneh dan bersifat tidak umum, yang membuat orang sedikit mengernyitkan kening (berpikir) ketika membaca atau otomatis menarik orang untuk meRT atau berkomentar. Contoh tweet yang kami temukan dalam tweet ini adalah : “gila gue 2 jam nahan kentut, pengen kentut tapi takut isinya keluar, gimana ya tweeps?”
Atau bisa juga dia mengutarakan pendapat-pendapat yang bersifat tidak umum dan orisinil, dan bertujuan mencari sensasi dan memancing reaksi tweeps yang membaca seperti : “di yaumul masyar ga akan ditimbang kok berdasarkan jumlah tweet kalian.” Tapi dia ngetwit, niatnya apa coba??
4. Tipe Tweeps Lembah Hitam
Mayoritas data yang kami peroleh menunjukkan bahwa tipe remaja pengguna Twitter jenis ini sangat banyak. Sepertinya mereka menggunakan Twitter sebagian besar sebagai sarana keluh kesah dan caci maki terhadap pahitnya dunia. Mulai dari apa saja mereka keluhkan, baik itu rumah yang sepi, ga ada teman, lapar, ngantuk, kesepian, jomblo, sampai sekedar keluhan karena tidak ada mention yang masuk ke timelinenya. Dan parahnya, tipe remaja jenis ini banyak sekali jumlahnya di Twitter, identitasnya biasanya mereka memiliki jumlah follower dan following sedikit, karena mereka tidak memerlukan respon dari tweeps lain. Dan uniknya, tweeps lembah hitam di Indonesia mulai unjuk gigi dengan memunculkan tren terbaru seperti gerakan #galau yang muncul hampir setiap malam. Wow!
5. Tipe Tweeps Abstrak
Ciri khas dari kaum jenis ini adalah tweets yang mereka kicaukan tidak jelas arah dan tujuannya. Bisa saja mereka berpanjang-panjang menjelaskan sesuatu yang tidak bermakna apapun, atau tweet-tweet pendek yang juga tidak bermakna apapun seperti “bah” “hoo?” atau “test”. Kadang-kadang mereka juga me-RT suatu ungkapan terkenal, lirik lagi tahun 50-an, tetapi ketika ditanya apapun mereka tidak menjawab dan tidak memiliki alasan dalam melontarkan tweets. Termasuk juga disini adalah para remaja pengguna twitter yang memenuhi timelinenya dengan RT RT ungkapan terkenal, dan sekalinya bikin tweet berbunyi “bingung…” Entah apakah memang mereka tidak terlalu tertarik dengan Twitter, ataupun masih mencari identitas dalam berekspresi menggunakan Twitter, namun secara pendeknya, mungkin mereka termasuk remaja-remaja yang timbul tenggelam dalam Twitter, tidak bisa diprediksi kapan mereka muncul atau tidak.
6. Tipe Tweeps Pasif Agresif
Tipe remaja ini biasanya menggunakan Twitter sebagai media konfrontasi dengan hal-hal yang tidak mereka sukai, namun tanpa keberanian mengungkapkan. Beberapa hashtag terkenal muncul dari tipe tweeps ini seperti #nomention #justsaying #abaikan, atau tanpa hashtag tapi berharap seseorang yang menjadi sasaran tweetnya bisa memahami maksudnya.
Contoh tweet yang ada dalam data kami adalah : “sok cantik deh loe” atau “jijay #nomention”. Kalimat-kalimat tersebut menunjukkan adanya ekspresi tertentu yang ingin ditunjukkan kepada seseorang (yang mungkin merupakan salah satu followernya) tapi tanpa ingin menunjukkan siapakah subyek yang dimaksud. Perilaku ini juga merupakan pasif agresif, karena secara tidak langsung menunjukkan “itikad” untuk menyerang seseorang melalui tweet yang dilakukannya.

7. Tipe Tweeps Pusat Informasi
Tweeps tipe ini merupakan tipe yang cukup bijak dalam menggunakan akun Twitternya. Mereka memiliki tweet2 yang bertujuan memberitahukan informasi penting kepada tweeps lain yang bertanya, dan ketika mereka membutuhkan informasi tertentu pun mereka mau bertanya. Dalam melakukan RT pun mereka cukup selektif, artinya hanya hal-hal yang mereka rasakan penting untuk berbagi akan mereka sharingkan. Sayangnya tipe ini memiliki jumlah minoritas di kalangan tweeps yang datanya kami peroleh.

Beberapa tipe Tweeps ABG itu adalah satu dari sekian banyak profil dinamika Twitter di kalangan ABG. Berdasarkan data, memang ABG mendominasi jumlah pengguna Twitter di Indonesia yang mencapai sebanyak 20,8 % dari total seluruh pengguna Twitter di Dunia. Jumlah pengguna twitter di Indonesia disebut-sebut mencapai 30 juta user di tahun 2010 (http://fokus.vivanews.com/news/read/170975-indonesia-penguasa-situs-jejaring-sosial), dengan begitu tidak heran bahwa topik-topik tertentu yang sedang hot dibicarakan di Indonesia bisa muncul menjadi Trending Topics, terutama melalui Chaning ReTweet yang banyak dilakukan oleh Tweeps ABG (terutama kaum rumpi dan eksis). Sebagai catatan, Indonesian Tweeps pernah beberapa kali membuat heboh dunia Twitter dengan celotehan-celotehan khas ABG seperti “Typ3 LiK3 dIz” “gausah folbek” dan tema-tema lain yang menunjukkan betapa kontribusi para ABG ini sangat besar, dan bisa jadi pun perilaku mereka mempengaruhi pengguna twitter lain yang secara usia bisa jadi lebih tua.

Sekedar ingatan, bahwa Twitter merupakan jejaring informasi sosial yang berbeda dengan jejaring-jejaring sosial lainnya (seperti Facebook, MySpace) dimana fungsi utama dari Twitter adalah sharing informasi dan bukan jejaring pertemanan. Penggunaan twitter bisa memberikan nilai positif atau negatif di khalayak dunia, memilih menjadi populasi yang dianggap informatif, reaktif, atau sebagai setumpuk celotehan tanpa makna, menjadi tugas kita sebagai pengguna jejaring sosial untuk memutuskan di sisi yang manakah kita akan berdiri.

 

Catatan penulis : Artikel ini merupakan salah satu tugas kuliah yaitu Metode Penelitian Kualitatif, barengan dengan teman2. Mohon masukan ya :)

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Salah Satu Idola Saya (sudah) Meninggal

berita di TV baru-baru ini mengabarkan meninggalnya salah satu artis senior Indonesia yaitu “Oma” Ida Kusumah. Buat beberapa orang yang menjadi penggemar Cinta Fitri (yang konon lebih panjang dari cinta ibu,hehehe) dan para penggemar film indonesia tahun 70-80an, akan merasa sedih dan kehilangan. Meski saya gak terlalu kenal dan mengidolakan beliau secara personal, melihat kualitas akting dan kedekatan beliau dengan artis2 lain, saya merasa sedikit sedih dengan kepergian sang Oma.

Berita ini mengingatkan saya pada sekitar setahun yg lalu, ketika Mbah Surip meninggal. Sosok ini meninggalkan nilai tersendiri untuk saya. berikut adalah tulisan yang pernah saya buat pasca meninggalnya beliau.

Takgendong Kemana Mana

Tak terasa ya, beberapa hari yang lalu kita dikejutkan oleh berita meninggalnya seorang rising star yang sangat sangat indonesia dan unik, dengan rambut ala rasta dan ketawa yang mantep tho, enak to, hahahahahahaha…

Sebenarnya bukan pertama kali dari lagu ‘takgendong’nya itu saya tahu perihal alm Mbah Surip ini, beberapa waktu yang lalu saya sempat baca suatu koran lokal yang membahas tentang seorang tokoh yang kaya raya, yang selalu ditunggu teman-temannya ketika manggung di TIM atau Ancol…Yah, he is Mbah Surip, yang waktu itu memang belum ngetop bgt lagunya, saya baca pertama kali tentang dia itu ya awal2 tahun lah, dan tidak terpikir bahwa orang ini akan memiliki pengaruh yang sangat besar untuk masyarakat.

Kenapa saya bilang mbah surip itu tokoh yang kaya raya?? Hal ini tidak terkait dengan royalti dari quote ‘I love U full…” yang katanya sampe dijadikan RBT terlaris itu…tapi maksud saya disini dia kaya raya dengan banyaknya teman dan  orang lain yang terinspirasi olehnya…betapa banyak orang yang merasa nyaman mendengar lagunya yang sederhana, dan betapa banyak yang tersedu ketika sang seniman dipanggil menghadapnya. Bukankah kaya itu akan terasa manfaatnya apabila kita selalu dikenang dan disayang oleh orang lain…

Coba deh kita bandingkan dengan diri sendiri, betapa naifnya kita ini. Beda dengan mbah Surip yang kemana2 naik sepeda motor, bahkan ketika usia yang tidak lagi muda, sementara kita yang gak sberapa ini selalu mencari sesuatu yang bersifat materi..memusingkan hal-hal yang sebenarnya gak perlu dipusingkan kalau kita memiliki ketulusan untuk memberi arti bagi orang lain di sekeliling kita. Buat Mbah surip, tujuan hidupnya hanya satu, membahagiakan orang lain, seperti rising star yang muncul sekali dan kemudian redup, sekali bersinar dan mati, namun membekas. Monggo dijawab,adakah orang yang gak kenal si Mbah?dengan melodi diulang dan lirik sederhana, sehingga orang yang beda selera musikpun jadi hafal,hehehe…

Back to topic, anyway, saya pernah baca di sebuah tabloid tentang komentar beliau ketika ditanya oleh reporter salah satu media “ Mbah, dengar-dengar royalti Mbah yang 4.5 M itu gak bakal cair lho mbah” dan apa jawaban beliau?? “ Ya wis benke wae” Subhanallah….. begitu rendah hatinya ini orang, kalo orang Jawa bilangnya sumeleh, yang artinya mempermudah dan ikhlas, kalo dikasih ya udah, gak juga gapapa, karena duit segitu bingung juga kali ya mau diapakan,hehehe (maafkan aku atas buruk sangkaku, Mbah  ) . “Semua sudah ada yang ngatur, bahwa yang diatas akan selalu mencukupi kebutuhannya” begitu kata si embah.

Bandingkan dengan kita yang setiap bulan pusing dengan pengeluaran yang lebih besar dr pemasukan, tiap tahun pusing dengan kenaikan status dan gaji, pasangan yang selalu ada kurangnya, takut mati tar yang ngrawat anak – anak siapa, iya tho?bener tho? Buat mbah surip, dia bernyanyi dan berkarya adalah untuk menyenangkan orang lain…itu doang.. Beliau cukup puas dengan 5 gelas kopi dan 1 bungkus rokok tiap harinya, plus sahabat2 yang bisa didatangi kapan saja serta motor tua yang bisa distater kapan saja.  Yuk refleksi diri…dengan tujuan kita hidup, apakah sudah cukup bersyukur ataukah masih selalu merasa kurang…wooo…itu sampean sendiri lho yg jawab, bukan saya, bukan si Mbah.

Demikian pula dengan lagunya yang monoton iya, gak nyeni iya (im sorry that i ever hate your song, Mbah, some of melodies are really jerk…but i appreciate the meaning), tapi maknanya dalem banget….. Coba deh “takgendong kemana-mana, daripada kamu naik busway mendingan takgendong to? Mantep to? Enak to?” dan “where are u going, OK i am walking” itu adalah kalimat yang sangatttt langka,apalagi di jaman sekarang, di metropolis lagi… Bahwa masih ada orang yang menawarkan diri untuk menggendong, bahkan njemput yang perlu digendong, kemana2….Astagfirullah, anda yang jawab apakah sekarang ini anda kecenderungan masuk kelas mbah Surip ataukah justru kebalikannya? kelas yang mintanya digendong kemana2, bahkan udah minta digendong masih njejek sana sini biar lebih mantap katanya,hehehe,..  Betapa uniknya beliau dan satu diantara sejuta, bener tho?

Yah…itulah sedikit opini saya tentang mbah Surip..tentang hidup yang sekali bersinar dan kemudian padam. Damai disana ya Mbah, semoga selalu tenang dan nyaman berada dalam gendongan Allah swt… Selamat beristirahat Mbah…

 

*salah satu idola saya telah meninggal… Innalillahi wa inna ilaihi rojiun….

Selamat Jalan, Mbah.

 

wrote on August 2009

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Seri Psikologi Persuasi (4) – Prinsip Pembuktian Sosial

Saat anda mulai membaca artikel ini, anda mulai merasa penasaran akan kelanjutan kisah-kisah penelitian Robert B. Cialdini selanjutnya, dan membuat anda membaca artikel ini sampai selesai. Prinsip keempat yang ditulis Cialdini dalam bukunya yang berjudul The Psychology Influence Of Persuasion adalah apa yang disebut dengan Prinsip Pembuktian Sosial, yang menyatakan bahwa salah satu cara untuk menentukan apa yang bagus adalah dengan menemukan apa yang dianggap bagus oleh orang lain.

Aplikasi prinsip ini yang paling familiar bagi kita adalah diterapkan nya tawa rekaman dalam film-film humor. Suka tidak suka, suara tawa dalam rekaman itu mempengaruhi psikologi kita sebagai audiens. Suara itu bisa mempengaruhi selera humor kita, atau paling tidak menunjukkan kepada kita pada adegan apa waktu yang pantas menurut orang lain untuk tertawa. Pada aplikasi lain, saya pernah menemukan prinsip ini pada para pencari donatur untuk lembaga-lembaga sosial yang berkeliling door to door. Mereka menuliskan beberapa nama donatur pada deretan pertama daftar donatur mereka dan mencantumkan jumlah yang tidak kecil, minimal Rp 20.000,-. Hal ini setidaknya akan mempengaruhi psikologi para penyumbang setelah melihat jumlah uang yang di sumbangkan oleh donatur sebelumnya, yang tidak jelas kebenarannya. Mereka akan berpikir dua kali jika akan memberikan sumbangan Rp 5.000,- atau bahkan Rp 1.000,-.

Sedangkan para pelaku usaha menggunakan prinsip ini dengan menggunakan nya pada konsumen-konsumen mereka. Pemilik restoran sengaja membuat antrian panjang diluar padahal masih banyak ruang kosong di dalam. Para salesman diajarkan untuk menyebutkan sebanyak-banyaknya nama orang terkenal yang menggunakan produk mereka. Sampai seorang konsultan penjualan bernama Cavett Robert menyampaikan prinsip ini kepada para peserta training penjualan yang dibawakan nya. Katanya, “Karena 95 persen orang adalah imitator dan hanya 5 persen yang merupakan inisiator, maka orang akan lebih mudah terbujuk oleh tindakan orang lain dibanding dengan bukti lain yang kita tawarkan kepada mereka”.

Pada dunia pendidikan pernah diadakan penelitian terkait prinsip ini yang dilakukan oleh seorang psikolog bernama Albert Bandura. Bandura mengumpulkan anak-anak yang takut terhadap binatang anjing. Perlakuan yang diberikan adalah anak-anak tersebut diminta untuk melihat seorang anak kecil yang bermain dengan gembira bersama seekor anjing selama 20 menit setiap hari. Penelitian ini menghasilkan perubahan signifikan, dalam empat hari sebanyak 67 persen dari mereka ingin masuk ke arena bermain dan tetap berada disana, bahkan setelah sebulan anak-anak itu telah terbebas dari rasa takut nya terhadap binatang anjing. Yang lebih menakjubkan ternyata tidak harus melihat langsung contoh anak yang berani, namun dengan klip film yang menunjukkan anak-anak berani pun bisa mengubah perilaku mereka.

Pengetahuan menarik yang dapat diambil dari prinsip ini adalah saat anda mengalami kecelakaan atau penyakit mendadak dan membutuhkan bantuan orang lain. Jika tidak ada minimal satu saja seorang inisiator untuk menolong anda, maka kemungkinan besar tidak akan ada yg menolong anda. Cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menunjuk langsung seorang inisiator diantara mereka. Pilihlah salah seorang dari mereka, kemudian katakan langsung pada orang tersebut, “Anda tuan, ya anda yang memakai baju biru, tolong telpon ambulans, saya benar-benar butuh pertolongan”. Penunjukan langsung ini selain menimbulkan efek responsibilitas terhadap orang itu, juga melumpuhkan prinsip pembuktian sosial dari keacuhan orang-orang disekitarnya saat itu. Bahkan bisa membalikkan respon orang-orang di sekitarnya untuk mengikuti pria berbaju biru itu dalam menolong anda.

Pengalaman menarik yang baru saja saya alami adalah saat melihat suara pembaca di salah satu koran nasional. Seorang pembaca yang juga seorang pelanggan kartu selular dari salah satu operator selular di Indonesia mengirimkan keluhannya atas iklan kartu selular itu di televisi. Ia menyebutkan kecewa atas iklan itu dengan alasan tertentu dan memutuskan untuk tidak menggunakan kartu selular itu lagi. Karena saya juga merasa sebagai seorang pelanggan kartu selular itu, prinsip pembuktian sosial bekerja pada diri saya, saya menyetujui pendapatnya dan membuat saya hampir memutuskan untuk tidak menggunakan kartu itu lagi. Hal yang menyadarkan saya adalah karena saya mengetahui adanya prinsip ini, dan ditambah kartu selular saya sudah tersebar ke rekan-rekan saya.

Begitulah menariknya psikologi persuasi, semakin anda ingin mengetahui prinsip-prinsip Psikologi Persuasi lainnya, semakin anda merasa percaya diri untuk melakukan persuasi.



Posted in Uncategorized | Leave a comment

SERI PSIKOLOGI PERSUASI 1-3

Artikel ini berasal dari berbagai sumber. Mohon maaf saya tidak mencantumkan sumber dan referensi, karena pengumpulan artikel ini pun sangat acak dan banyak faktor keberuntungan didalamnya.

SERI PSIKOLOGI PERSUASI ( 1 ) – PRINSIP KONTRAS

Sebagai seorang pembujuk profesional, baik itu seorang pemasar, politisi, guru, advertiser, dll perlu untuk mempertajam kemampuan dalam melancarkan usaha nya untuk mempengaruhi orang lain. Robert B. Cialdini dalam bukunya yang berjudul The Psychology Influence of Persuasion memaparkan prinsip-prinsip jitu untuk mempengaruhi orang lain berdasarkan penelitian-penelitian yang ia lakukan bersama tim nya. Ia menyebut prinsip-prinsip ini dengan istilah senjata pengaruh.

Ada sebuah prinsip persepsi manusia yang disebutnya sebagai Prinsip Kontras. Yakni prinsip persepsi manusia yang mempengaruhi cara kita menilai dari perbedaan antara dua hal yang disodorkan kepada kita satu persatu. Seperti misalnya saat kita mengangkat sebuah benda, dengan terlebih dahulu kita mengangkat benda lain yang lebih berat, maka benda itu akan terasa lebih ringan dibandingkan jika kita mengangkatnya tanpa mengangkat benda lain yang lebih berat sebelumnya.

Cialdini melakukan percobaan kepada para mahasiswa dengan menggunakan instrument air dan suhu. Setiap mahasiswa mendapat kesempatan duduk di depan 3 wadah air, yang terdiri dari 1 air dingin, 1 air panas dan 1 air dengan suhu normal. Setiap mahasiswa diminta untuk mencelupkan sebelah tangan nya ke dalam air dingin dan sebelah tangan yang lainnya kedalam air panas dalam waktu yang bersamaan. Kemudian setelah beberapa menit, mereka diminta untuk mencelupkan kedua tangan mereka kedalam air dengan suhu normal secara bersamaaan. Apa yang terjadi? Ekspresi lucu segera terlihat dari wajah mereka. Walaupun kedua tangan mereka berada dalam satu wadah air yang sama, akan tetapi tangan yang sebelumnya dimasukkan kedalam air dingin merasa lebih panas, dan sebaliknya tangan yang sebelumnya dimasukan kedalam air panas merasa lebih dingin.

Prinsip kontras inilah yang akhirnya banyak digunakan oleh para penjual profesional. Keuntungan terbesar prinsip ini adalah bukan hanya karena ia bekerja dengan baik tetapi juga karena prinsip ini tidak terdeteksi oleh objek penjualan. Seorang sales property yang menjual rumah menggunakan prinsip ini kepada calon pembeli. Diawal pertemuan, ia selalu memperlihatkan rumah dengan kualitas buruk yang dimiliki perusahaan itu. Ketika ditanya tentang hal ini, ia berujar bahwa rumah itu sengaja dibuat bukan diniatkan untuk dijual kepada pelanggan, akan tetapi hanya untuk ditunjukkan kepada mereka. Ia menyatakan bahwa ia senang melihat mata para calon pembeli ”berbinar” ketika ia memperlihatkan rumah yang benar-benar ingin dijualnya kepada mereka setelah sebelumnya ia perlihatkan rumah berkualitas buruk untuk sekedar penawaran ”basa-basi” kepada mereka. ”Rumah yang saya incar untuk diperlihatkan kepada mereka menjadi benar-benar terlihat hebat setelah mereka terlebih dahulu melihat rumah dengan kualitas sangat buruk” katanya.

Seorang penjual mobil menerapkan prinsip ini dengan cara memajang mobil dengan harga sangat mahal di deret awal barisan mobil pada dealer yang dimilikinya. Kemudian ia memajang mobil-mobil berikutnya yang benar-benar ingin dijualnya pada deret berikutnya dengan harga normal. Para calon pembeli selalu beranggapan bahwa mobil dengan harga normal itu akan menjadi terasa sangat murah setelah mereka melihat mobil mahal terlebih dahulu.

Yang paling menarik adalah apa yang dilakukan oleh seorang siswi yang bersekolah jauh dari orang tuanya dengan mengirimkan surat berikut ini :

Ayah dan Ibu tersayang,

Saya mohon maaf karena sejak saya pergi untuk bersekolah, saya jarang menulis surat. Saya akan menceritakan kisah terbaru saya, tapi sebelum itu saya mohon agar kalian duduk terlebih dahulu. Kalian tidak akan dapat membaca lebih jauh kecuali jika kalian duduk sekarang, benarkan?

Baiklah, saya baik-baik saja saat ini. Retakan tempurung kepala dan gegar otak akibat saya meloncat melalui jendela asrama saat gedung tersebut terbakar beberapa saat setelah saya tiba, sudah jauh lebih sehat sekarang. Saya hanya menghabiskan dua minggu di rumah sakit dan saat ini sudah hampir dapat melihat dengan normal. Sakit kepala juga hanya sekali sehari menyerang saya. Untung kebakaran asrama dan lompatan saya disaksikan oleh seorang penjaga pompa bensin dekat asrama. Dia satu-satunya orang yang memanggil pemadam kebakaran serta ambulans. Dia juga mengunjungi saya di rumah sakit. Dan karena saya tidak memiliki tempat tinggal akibat terbakarnya asrama, dengan ramah ia menawarkan untuk berbagi apartemennya. Apartemen tersebut sebenarnya adalah kamar basement, tapi cukup baik. Dia adalah seorang pria yang sangat baik dan kami berdua saling jatuh cinta serta merencanakan untuk menikah. Kami belum menentukan tanggalnya, tapi pernikahan tersebut akan dilaksanakan sebelum kehamilan saya mulai tampak.

Ayah dan ibu tersayang, saat ini saya memang sedang hamil. Saya mengetahui betapa ingin nya ayah dan ibu menjadi seorang kakek dan nenek. Saya juga tahu bahwa ayah dan ibu akan menerima bayi tersebut dan memberikan nya cinta, kasih sayang serta perhatian sebagaimana yang ayah dan ibu berikan kepada saya sewaktu saya kecil. Satu-satunya factor yang menunda perkawinan kami adalah pacar saya memiliki infeksi kecil yang menghalangi kami untuk dapat melewati tes darah pranikah, dan kecerobohan saya membuat saya juga ikut tertular.

Sekarang setelah saya sampaikan semuanya, saya ingin mengatakan kepada ayah dan ibu bahwa sebenarnya tidak ada kebakaran asrama, tidak ada retak tulang tengkorak dan gegar otak, tidak ada kehamilan dan tidak ada infeksi. Saya hanya mendapatkan nilai “D” pada pelajaran sejarah dan nilai “F” pada pelajaran kimia, dan saya ingin ayah dan ibu melihat nilai tersebut dengan sudut pandang yang tepat.

Anakmu

Sharon memang gagal dalam pelajaran sejarah dan kimia, tetapi ia memperoleh “A” dalam psikologi

SERI PSIKOLOGI PERSUASI ( 2 ) – PRINSIP RESIPROKAL ( TIMBAL BALIK )

Beberapa tahun yang lalu, seorang profesor sebuah universitas melakukan percobaan kecil. Ia mengirimkan kartu ucapan kecil kepada orang-orang yang tidak dia kenal sama sekali. Walaupun telah memperkirakan adanya reaksi, namun tetap saja respon yang diterimanya luar biasa, kartu ucapan selamat berlibur terus mengalir kepadanya dari mereka yang tidak pernah bertemu atau mendengar darinya. Mayoritas mereka yang mengirimkan kartu ucapan balasan kepadanya tidak pernah mencari tahu siapa si profesor. Mereka menerima kartu ucapan selamat berlibur darinya dan secara otomatis mereka membalas dengan mengirimkan sebuah kartu kepadanya. Meski dilakukan dalam lingkup kecil, penelitian ini menunjukkan aksi dari salah satu senjata pengaruh yang ada di sekitar kita yaitu Prinsip Resiprokal ( Timbal Balik ).

Aturan tersebut menyatakan bahwa kita harus mencoba membalas, dengan balasan yang setimpal, apa yang telah diberikan orang lain kepada kita. Kisah yang menarik dari prinsip ini adalah seperti yang pernah dialami seorang mahasiswi yang ditulis dalam buku The Psychologi Influence Of Persuasion karya Robert B. Cialdini. Kisahnya begini :

“Sekitar satu tahun yang lalu saya tidak dapat menghidupkan mobil saya. Ketika saya terduduk disana, seorang pria datang mendorong mobil saya sampai mesin nya menyala. Saya mengucapkan terima kasih kepadanya. Dan ketika ia pergi, saya mempersilakannya untuk mampir jika membutuhkan bantuan. Satu bulan kemudian, orang tersebut mengetuk pintu rumah saya dan memohon kepada saya untuk meminjaminya mobil selama dua jam untuk berbelanja. Saya merasakan adanya perasaan wajib membalas budinya, namun juga tidak yakin karena mobil tersebut baru, dan dia terlihat agak terlalu muda. Kemudian, saya dapati ia masih berada dibawah umur dan tidak memiliki asuransi. Walaupun demikian saya meminjamkan juga mobil saya, dan dia menghancurkannya.”

Bagaimana mungkin seorang wanita yang berpendidikan bersedia untuk meminjamkan mobil barunya kepada orang asing yang masih sangat muda hanya karena pemuda tersebut pernah melakukan sebuah jasa kepadanya sebulan yang lalu. Salah satu alasan terpenting yang harus dicermati adalah ketidaknyamanan yang dirasakan mahasiswi tersebut karena ditimbulkan oleh perasaan berhutang.

Organisasi cacat veteran di Amerika pernah menerapkan sistem resiprokal ini. Mereka melaporkan bahwa organisasinya mendapatkan tanggapan dari surat sederhana berisi permohonan sumbangan yang dikirimkan hanya sebesar 18 persen. Akan tetapi ketika surat itu juga menyertakan hadiah yang tidak diminta ( permen, dll ) tingkat kesuksesan nya berlipat ganda hingga mencapai 35 persen dari total surat yang dikirimkan.

Prinsip turunan dari prinsip resiprokal ini adalah prinsip konsesi resiprokal. Untuk lebih jelasnya perhatikan kisah Cialdini ini : ”Suatu hari saya sedang berjalan di trotoar ketika seorang anak berusia sekitar 11-12 tahun mendekati saya. Anak itu memperkenalkan diri dan berkata bahwa dia menjual tiket sirkus tahunan Pramuka yang akan dilaksanakan malam minggu yang akan datang. Anak itu kemudian menanyakan apakah saya bersedia membeli tiket seharga 5 dollar per lembar yang dijualnya. Namun, karena menghabiskan waktu akhir minggu dengan para pramuka adalah prioritas terakhir, maka saya menolak tawaran tersebut. Kemudian anak itu menjawab : ”Baiklah, jika memang anda tidak ingin membeli tiket kami, bagaimana jika anda membeli sebatang coklat kami yang besar?”. ”Harganya hanya satu dollar”. Saya membeli beberapa batang coklat dan seketika saya menyadari bahwa sesuatu yang menarik telah terjadi. Saya sadar bahwa : (a) Saya tidak menyukai coklat batangan. (b) Saya menyukai uang. (c) Saya sedang berdiri dengan beberapa batang coklat yang ditawarkannya. (d) Anak tersebut pergi membawa beberapa dollar uang saya.

Begitulah prinsip konsesi resiprokal bekerja. Kita telah melihat bahwa aturan umumnya adalah bahwa setiap orang yang melakukan sesuatu untuk kita berhak mendapatkan perlakuan serupa sebagai balasannya. Konsekuensi lainnya adalah membuat sebuah konsesi atau kompromi bukan dari timbal balik jasa, melainkan kompromi atas sebuah permintaan yang besar menjadi sebuah permintaan yang lebih kecil. Permintaan anak itu kepada Cialdini untuk membeli coklat seharga satu dollar merupakan bentuk konsesi kepada anak itu. Permintaan itu diajukan sebagai ganti dari permintaan nya untuk membeli sebuah tiket sirkus tahunan seharga 5 dollar. Sebagaimana yang terjadi, prinsip konsesi itu memang ada, terlihat dari kepatuhannya untuk menuruti permintaan anak itu ketika ia mengubahnya menjadi permintaan yang lebih kecil, walaupun sebenarnya ia tidak tertarik kepada satupun diantara dua permintaan yang ditawarkannya. Sekilas prinsip ini mirip dengan prinsip kontras, namun perbedaan nya adalah perbedaan pilihan yang dibuat tidak terlalu mencolok.

SERI PSIKOLOGI PERSUASI ( 3 ) – PRINSIP KOMITMEN & KONSISTENSI

Prinsip ketiga dari Psikologi Persuasi menurut Robert B. Cialdini dalam bukunya yang berjudul The Psychologi Influence Of Persuasion adalah apa yang disebut dengan Prinsip Komitmen dan Konsistensi. Untuk menjelaskan prinsip ini ada baiknya kita lihat penelitian Thomas Moriarty seorang Psikolog seperti yang dituliskan Robert B. Cialdini dalam bukunya itu.

Thomas menyamar sebagai seorang pencuri di pantai kota New York untuk melihat apakah mereka yang memergokinya akan mempertaruhkan keselamatan pribadinya untuk menahan perilaku kriminal tersebut. Dalam percobaan tersebut, seorang asisten akan meletakkan selimut sejauh lima kaki di dekat seseorang yang dipilih secara acak. Dan setelah beberapa menit berbaring rileks serta mendengarkan radio mini, asisten tersebut akan bangkit untuk turun ke laut dan meninggalkan selimut tersebut begitu saja. Beberapa menit kemudian, peneliti lain yang berlagak sebagai pencuri akan mendekat, mengambil radio tersebut lalu pergi dengan tergesa-gesa. Apa yang terjadi? Hanya empat orang dari dua puluh orang subjek penelitian yang bereaksi untuk menangkap sang ”pencuri”. Suatu perbedaan yang mencolok terjadi ketika dalam percobaan yang sama ditambahkan suatu perubahan, yaitu sang asisten meminta kepada subjek penelitian untuk memperhatikan barang-barangnya, dan beberapa orang setuju untuk melakukan hal tersebut. Kemudian hasilnya sungguh sangat berbeda. Sembilan belas dari dua puluh orang subjek penelitian bereaksi untuk menangkap ”sang” pencuri bahkan beberapa orang melakukan kontak fisik dengan ”sang” pencuri. Begitulah prinsip komitmen dan konsistensi bekerja. Konteks nya seperti seorang aparat yang merasa lebih bertanggung jawab ketika menggunakan seragam jika dibandingkan dengan ketika tidak berseragam.

Pada aplikasi di bidang sosial, Pemerintah China sangat cerdas menggunakan prinsip ini saat perang Korea. Mereka menggunakan apa yang dinamakan dengan ”Kebijakan Lenin”. Mereka tidak pernah melakukan kekerasan terhadap tawanan mereka. Tentara Amerika yang mereka tawan menjadi akomodatif terhadap Cina karena kebijakan ini. Bahkan kebijakan ini sering membuat mereka menghianati rekannya yang akan melarikan diri. Hal ini disebabkan oleh program yang dilakukan Cina terhadap tawanannya. Tawanan Amerika sering diminta secara berkala untuk membuat pernyataan tertulis yang bersifat anti-Amerika dan pro-Cina. Kelihatannya sederhana, tapi sekali permintaan ini dituruti, maka tawanan itu akan mendapati dirinya dalam kondisi untuk menyetujui permintaan selanjutnya. Mulai dari menuliskan daftar permasalahan yang dialami Amerika, sampai membuat essai tentang keburukan Amerika dan disiarkan melalui radio-radio Cina. Sampai para tawanan itu tiba-tiba mendapati dirinya dalam kondisi yang begitu akomodatif terhadap Cina dan memusuhi Amerika.

Kejadian menarik dari prinsip ini yang diaplikasikan dalam penjualan adalah seperti yang dialami oleh Cialdini berikut ini :

Saat itu bulan Januari dan saya sedang berada di toko mainan terbesar di kota. Setelah membeli begitu banyak hadiah untuk anak saya pada bulan Desember di tempat tersebut, saya bersumpah untuk tidak memasuki tempat itu lagi dalam waktu yang lama. Tapi sekarang saya harus berada disini lagi, bukan hanya sekedar ada, tapi sedang dalam proses membeli mainan mobil balap yang sangat mahal untuk anak saya. Di toko itu tak sengaja saya bertemu dengan tetangga saya, dan dia juga bermaksud untuk membeli hadiah mainan yang sama dengan saya. Anehnya adalah kami hampir tidak pernah bertemu, dan pertemuan kami terakhir kali adalah tepat satu tahun yang lalu di toko itu juga, yaitu pada saat kami hendak membelikan anak-anak kami sebuah mainan robot yang sangat mahal. Kami sama-sama menertawakan ketidaksengajaan ini.

”Tapi ini bukan ketidaksengajaan” katanya.

”Apa maksudmu bukan suatu ketidaksengajaan?”.

”Begini, Pertama apakah anda telah berjanji pada anak anda untuk membelikan mobil balap ini untuk hadiah natal?” tanyanya.

”Iya, anak saya melihat mainan ini di iklan yang ditayangkan di TV sebelum natal tiba, dan saya menyetujui untuk membelinya karena saya pikir ini bukan ide yang buruk.”

”Strike One!” katanya, ”Pertanyaan kedua, ketika anda ingin membelinya sebulan yang lalu, apakah anda mendapati mainan tersebut telah habis di semua toko?” tanyanya lagi.

”Iya betul, semua toko telah mengatakan bahwa mainan mobil balap itu telah habis, dan pihak toko telah memesan kembali namun entah kapan mainan itu akan dikirimkan.”

”Strike Two!” katanya lagi. ”Pertanyaan terakhir, apakah hal yang sama terjadi di tahun lalu dengan mainan robot?”

”Tunggu dulu, memang itu yang terjadi, bagaimana anda dapat mengetahuinya?”

”Ini tidak ada hubungannya dengan supranatural. Saya baru saja mengetahui bagaimana cara beberapa perusahaan mainan besar menggenjot penjualan mereka di Januari dan Februari. Mereka akan memulai jauh sebelum natal dengan iklan besar-besaran di TV untuk beberapa mainan special mereka. Biasanya anak-anak akan meminta mainan special itu menjadi hadiah natal mereka dan menjadikan itu sebagai janji dari orang tua mereka. Disinilah letak kepandaian perusahaan tersebut. Mereka menahan suplai mainan special nya menjelang natal, dan mengganti suplainya dengan mainan lain yang harganya sama, sehingga para orang tua terpaksa mengganti hadiah natal nya dengan mainan pengganti. Kemudian setelah natal, perusahaan mainan kembali memulai iklan untuk mainan special nya seperti sebelum natal dan membuat anak-anak kembali menagih janji orang tuanya untuk membelikan mainan special nya itu. Dan orang tua kemungkinan besar akan kembali ke toko mainan setelah natal untuk membeli mainan special itu sebagai wujud komitmen mereka atas janji yang telah diucapkan sebelum natal.” ujarnya penuh ekspresi.

”Saya akan mengembalikan mainan tersebut sekarang” jawab saya setengah emosi.

”Tunggu, kenapa tadi pagi anda ingin membelinya?.. bukankah karena janji anda pada anak anda?.. lalu sekarang apakah anda akan melanggar janji anda pada anak anda?..”

Posted in Uncategorized | 2 Comments

welcome 25

HELLO WORLD

Hari ini tepat saya berusia 25 Tahun!! Yeah, tahun perak, hehehe.

Dimulai dari pukul 12.01 malam / dini hari, seperti biasa saya belum tidur. Layaknya seseorang yang berulang tahun, HP dan BB terus bersuara, dan saya pun terpaksa mematikan sementara, biar bisa tidur euy…

Saya memulai usia 25 tahun saya dengan Shalat Tahajud, berterimakasih pada Dzat Maha Pemilik saya, bahwa saya masih diberi kesempatan menikmati usia 25 tahun dengan sehat lahir batin, dan tentunya saya Sholat Subuh tepat waktu!!! Hehehe

Dan saya sedang menikmati kopi pertama saya, sambil melihat-lihat refleksi setahun kemarin. Kali ini adalah white cappucino dr malaysia, ternyata uenak tenan!! Saya harus inget buat memesan stok kalau ada yang kesana, anyone, please?

Hanya refleksi…

Saya ingat tahun kemarin, saya masih merayakan Ulang Tahun ke 24 saya di Jakarta, sepi, rapuh, palsu dan artificial, hehehe.  Saya terjebak dalam rutinitas dan aktivitas socialite khas warga menengah (kebawah) Jakarta, terjebak dalam pro kontra masalah cinta, janji kuliah yang terus ditagih orang tua namun tak kunjung saya mampu penuhi, kejenuhan dan capek karena semua nampak suram dan menghimpit (saya waktu itu bilang, seandainya saya tidak dilahirkan dengan refleks bernapas, mungkin saya sudah lupa untuk bernapas, hehehe).

Untuk ditinjau ulang, ada tulisan saya yang berjudul “when my minds play tricks on me” yang menunjukkan kesuraman masa-masa itu.

Dan sekarang setahun berlalu, time flies, banyak keputusan penting yang saya buat sepanjang tahun ini, dan Alhamdulillah… grafik kehidupan saya semakin membaik..

Maka nikmat Tuhanmu yang mana (lagi) yang kamu dustakan?

30 x disebutkan dalam Ar Rahmaan : 55

Subhanallah, betapa potongan ayat diatas memiliki makna yang sangat saya rasakan selama setahun belakangan, betapa sedikit keberanian untuk berani berubah dan melakukan yang memang harus dilakukan membuat hidup saya sedikit lebih berarti, terutama terkait dengan keluarga dan kenyamanan hati.

Alhamdulillah ya Allah, di usia saya yang cantik ini, saya diberi kesempatan untuk lebih mendekat ke Mama dan Papa dan saudara-saudara saya. Alhamdulillah ya Allah, saya punya orang-orang dekat yang menyayangi saya dengan tulus. Alhamdulillah ya Allah, Kau beri saya kesempatan untuk lanjut S2 dan memperbaiki kualitas diri saya.

Memang, gak bisa disangkal bahwa saya pun punya beberapa hal yang masih membutuhkan energi lebih untuk perbaikan, dan Insyaallah saya akan makin berusaha baik kedepannya, seberat apapun,hehehe.

Seperti quote dari Winston Churchill “Kites rise highest against the wind, not with it”, semakin saya tahu kebiasaan kebiasaan buruk saya, harus bisa mengubahnya supaya makin lama jadi lebih baik, InsyaAllah……. #decemberwish.

Rencana saya buat setahun kedepan adalah 2 hal PENTING : Banyak Belajar (dosen dosen dosen, amiiiiinnn) dan MENIKAH. Mantapkan hati, pikiran, fokus untuk memaknai setiap petunjuk-Nya untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat, amin! Mungkin bukan hal mudah, mengingat kecenderungan saya yang terlalu fleksibel ketika menghadapi hal-hal baru (terlalu banyak kompromi will kill me). Tapi tujuan saya menulis ini bukankah sebagai pengingat? J

 

Dan ketika saya menyelesaikkan tulisan ini, matahari sudah naik, dan kopi saya pun telah menjadi dingin….

wrote on dec 1st

Posted in Uncategorized | Leave a comment

si mahasiswi sedang bosan

Ini adalah langkah awal untuk saya mulai membiasakan menulis lagi, sekalian nyoba blog baru (ohh, gini to rasanya,hehehe)

Saya sekarang ada di Surabaya dengan kondisi yang sangat sangat berbeda. Baru sebentar, sekitar dua lebih saya resign dari tempat kerja lama, dan sekarang saya kembali berstatus sebagai mahasiswa.

Kesan menjadi mahasiswa?? humm… Mahasiswa S2 ya? Saya sejujurnya, merasa ini sebagai sesuatu yang berat, ketika orang lain merasa sebagai suatu fasilitas yang ‘enak’. Enak disini artinya saya bisa kuliah lagi (dimana banyak orang sedang bekerja untuk bisa kuliah lagi) bebas dari tanggung jawab mencari nafkah, tanggung jawab kepada perusahaan yang sudah membayar gaji kita, enak karena sekali lagi saya di back up oleh orang tua saya, dan yang jelas jarak Surabaya – Malang jauh lebih dekat daripada jarak Jakarta – Malang. Namun, kenapa ya sampai dengan detik ini, masih ada yang sedikit mengganjal di hati saya, sesuatu yang kalo misalnya saya sadari, membuat saya dikit menghela nafas (sshhaahh, kaya berat gitu) dan cenderung membuat saya tidak mood.

So far, kuliah disini kurang ramai. Kalau dilist, banyak alasan saya  masih belum menikmati berada disini. Saya ga punya kegiatan selain kuliah, itu yang pertama.  Kegiatan ketika kerja yang padat dan sangat2 seru karena memungkinkan saya banyak bertemu dengan rekan, berbanding terbalik dengan kuliah yang hanya rabu – kamis, teman2 kuliah yang rata2 masih fresh graduate (yes, i think they have another motivation of being fresh graduated of bachelor degree dengan cara kuliah dan belum pernah sah jadi pengangguran), dan tugas yang itu – itu aja, belum lagi kondisi lingkungan Surabaya yang belum saya kuasai, menimbulkan suatu ketidaknyamanan tersendiri.

Tentang tugas, cukup banyak sih… standar S2 akan banyak bergelut dengan jurnal dan koneksi internet yang wajib lancar, dan sejauh ini belum ada masalah, gak tau emang tugasnya kurang susah apa saya aja yang high connectivity, wekekeke….

Saya sih berharap masa-masa adaptasi ini segera  terselesaikan dengan baik. Karena banyak harapan yang saya (dan orang-orang) disekitar saya mengenai kuliah kuliah ini. Belum lagi dengan hal-hal yang seharusnya sudah saya tinggalkan jauh di belakang namun ternyata masih aja kebawa2 di situasi yang baru ini, hehehe. Oh my God, give me strength.

Dari sisi usaha sih, sebenernya sebagai seorang anak baru,  saya cukup aktif berteman. Saya punya banyak teman baru, saya cukup dikenal dosen (meski ada yg ngeselin juga), saya mulai aktif di kegiatan2 kampus (oohh,,,, sounds soo student, isnt it?). Tinggal mengurus hati ini lho biar bisa tenang dan mengumpulkan niat untuk belajar sebaik mungkin dan pastinya lulus secepat mungkin, dan segera mewujudkan mimpi-mimpi saya yang sudah setengah berjalan, hehehe.

Ya sekian dulu lah, lama saya ga nulis, nanti malam sambung lagi, ciaoww :)

 

*catatan di sebuah siang yang sangat membosankan, setelah mengerjakan sebuah paper yang hanya makan waktu 30 menit dari seharian yang saya siapkan

Posted in Uncategorized | 3 Comments